Konspirasi di warung kopi

15 Januari 2009

“PEMILU 2009 KIAN MEMANAS”

Pendidikan politik merupakan pijakan dasar dalam membangun kehidupan demokrasi sesuai dengan tujuan nasional suata Negara. Demokrasi bisa dinilai berjalan dengan baik ketika partisipasi warga Negara tersebut berperan aktif dalam mewarnai lika-liku kehidupan berbangsa dan bernegara. Masyarakat tidak hanya ‘ikut-ikutan’ dalam pelaksanaan agenda pemerintahan, akan tetapi punya sikap politik secara mandiri dalam berbagai bidang (ekonomi, social, budaya, hukum & HAM, pendidikan, dll), yang telah diamatkan UUD 1945.
Namun menjadi keliru ketika partisipasi politik diartikan secara personal (pribadi) atau bersifat pragmatis (kenyataan hidup) dengan berbagai motif seperti ekonomi dan status social, sehingga partisipasi masyarakat yang diharapkan menjadi bagian yang paling penting dalam membangun dan melanggengkan kehidupan berdemokrasi menjadi sia-sia.
Ketika ORBA (orde baru) berkuasa, partisispasi dan sikap politik masyarakat dibelenggu, dibatasi, dan nyaris tiada ruang untuk berbeda suara dengan pemerintah, ada satu golongan diistimewakan secara politik dan golongan yang lain dianggap sebagai pelengkap, dan setelah reformasi 98’ berkumandang, barulah ruang demokrasi itu dikit demi sedikit terbuka.
Akan tetapi persoalan tidak selesai sampai disini, warisan hasil pemerintahan ORBA tetap hidup subur ( korupsi, kolusi, nepotisme ) yang mengakar dalam bentuk suatu budaya baru, trend, atau gaya hidup sekalipun. Sehingga menyebar keberbagai aspek dan kesempatan. Walaupun kita masih berharap perubahan diberbagai aspek tersebut berangsur-angsur membaik khususnya dibidang hukum, amin.

Baik kiranya saya mengantar anda pada sebuah kisah nyata nan unik, bagaimana nuansa panasnya PEMILU 2009 dirasa sampai kewarung-warung kopi apa lagi di warung remang-remang ya!!!.

Secara tak sengaja ketika saya terjaga dari tidur malam yang menuntun saya kesebuah warung kopi dekat sebuah kampus negri di Jakarta. Ketika saya sedang meninkmati secangkir kopi untuk mengembalikan sadar saya dari tidur, tak berapa lama datang seorang laki-laki tua, mungkin seumuran kakek saya. Yang kemudian mengajak ngobrol-ngobrol santai. Perbincangan berjalan secara normal layaknya orang baru kenal, hanya seputar nama, asal, tempat tinggal, sekolah atau pekerjaan dan sebagainya.
Namun pembicaraan saya anggap agak aneh setelah beliau bilang sedang menunggu seorang teman. Wow, politik? Dalam hati bertanya-tanya, begitu dasyatnya beliau satu ini, orang biasa yang tinggal dikampung dengan latar belakang pendidikan pas-pas-an, tapi melek ‘politik’ dasyat!
Dengan bahasa yang polos bapak itu bilang ‘lo mau duit ga?’ gw lagi ngatur nih mau ngumpulin massa buat pertemuan dengan orang berduit (salah satu caleg dari sebuah partai) lumayan khan klo satu orang dapet 20ribu apalagi ntar klo kampanye di mulai, waduh berapa duit tuuh kita dapet. bacot beliau ga putus sampai disitu ntar kita mainin aja, gw cari tambahan lagi ntar bareng temen cari caleg lain yang butuh massa, seterusnya biar gw yang atur, ajak aja temen-temen lo!!! mau ga?

karna begahnya mendengar tindakan seperti itu (walaupun butuh duit) ku jawab seadanya seraya dengan sopan berpamitan setelah datangnya seorang teman yang telah lama dinanti bapak tersebut. dari peristiwa tersebut menunjukan secara sepintas bahwa punya uang, punya massa, lalu berkuasa!!! (begitulah realitasnya) menurut anda?

4 Responses to “Konspirasi di warung kopi”

  1. Jefry Austin Says:

    Saya telah membaca karya kamu. semua bagus. Tampaknya kita memiliki aliran dan semangat tulis yang mirip. Oleh karena itu saya ingin agar kita saling berkunjung blog.

    Kami akan menyajikan mater-materi kami untuk menyambut anda. kami mengundang anda. Di blog saya selain ada refelksi, juga terdapat banyak hal di sana. Mari kita saling memperkaya pengetahuan dan pengalaman.

    Selamat datang. Kami menunggu anda.

  2. kholilah Says:

    Tulisannya sangat berbobot.

    Kunjungan balik. Terima kasih sudah mampir ke gubug saya.


  3. awalnya saya membaca blog anda dan terinspirasi olehnya. berangkat dari situ, akhirnya saya menentukan identits saya. jadi saya benar-benar belajar dari anda.

    menurut saya blog anda juga bagus, ditambah lagi anda membahas tentang pendidikan, politik dan hal-hal apa saja yang berguna untuk masa depan yang lebih baik.

    sampai sekarang saya belum menemukan adanya kebutuhan akan pembenahan pada blog anda. blog ini sudah bagus dan tulisan-tulisan anda juga sangat berbobot. ini yang dikatakan oleh para komentator anda.

    saya akan terus ikuti blog anda dan mari kita terus berbagi pengalaman dan pengetahuan.

    saya juga mohon masukan dan kritikan dari anda. oya.., pada tulisan saya yg terbaru mungkin anda menemukan nama anda, semoga anda tidak keberatan dan silahkan cek apa saya salah dalam menuliskan nama anda.

    salam buat anda seorang.

    Anton


Leave a Reply