Maraknya perbincangan selangkangan dan sekitarnya artis cantik azhari bersaudara, bukanlah sebuah kasus yang aneh kedengarannya. Terlepas dari asli dan palsunya foto yang beredar di pasaran tidak terlalu penting kiranya, image sexy pada azhari bersaudara bagai sisi mata uang yang berdekatan, bersampingan, dan tak terpisahkan. Tapi kiranya itu terlalu personal untuk diperbincangkan atau dibahas.

Tapi hal yang perlu kita perhatikan bahwa kasus seperti itu bukan hanya terjadi pada kalangan selebritis saja, namun sudah menjamur kesemua kalangan dari pelajar hingga yang tidak terpelajar sekalipun. Hanya perbedaannya terletak pada mana daya jual yang lebih tinggi.

Butuhkah masyarakat akan persoalan yang terlalu personal seperti itu? bila jawaban anda YA, berarti berita tentang pelecehan sexsual anak dibawah umur bukan hal yang memalukan, berarti meningkatnya jumlah penjajah sex disetiap sudut kota bukanlah hal yang memprihatinkan, berarti persoalan sex bebas yang mengakibatkan HIV/AIDS itu persoalan nanti.

Bukankah seorang artis yang berpenampilan sexy adalah tuntutan dari skenario atau alasan profesionalisme (artis juga cari makan), celana mini yang dikenakan pelayan sebuah market perbelanjaan adalah sebuah kewajiban yang mutlak dan tak sedikit yang melarang menggunakan jilbab (pelayan juga cari makan) atau yang lebih ekstrem seorang PSK yang menjajahkan tubuhnya ke orang banyak adalah tuntutan dari anak mereka yang butuh susu dan sekolah (PSK juga cari makan)

Apakah kasus tersebut sebuah trend baru? itu adalah mata rantai dari sebuah skenario panjang yang dimulai dari lemahnya kontrol sosial masyarakat, bisa saja itu dimulai dengan tontonan dan bacaan yang tidak pada waktu dan tempatnya (film blue dan stensil) berimbas pada rasa penasaran dan mencoba-coba untuk merasakan apa yang dilihat, dan itu terjadi secara massal dan berangsur-angsur sehingga terbentuklah pergaulan bebas, atau ke efek yang sejenis lainnya.

Sulit memang untuk dimengerti dan terlalu singkat untuk ditulis dalam sebuah makalah atau buku, begitu kompleks persoalan yang terjadi seputar syahwat bisa-bisa nyambung hingga ke persoalan politik. Baik kiranya kita tanya hati nurani kita apa jawabannya!

Leave a Reply