Mahasiswa Vs Dosen
31 Desember 2008
Saat masih duduk di bangku kuliah di sebuah universitas negeri terkemuka di indonesia. ada sebuah cerita yang mungkin sangat menyedihkan terlebih buat saya pribadi, saat itu perkuliahan telah memasuki minggu ke 4, dan di saat itu pula saya baru “sempat” untuk masuk kuliah, di karnakan beberapa alasan dan hal yang tak mampu saya tinggalkan.
Singkat punya cerita saya pun berniat untuk masuk salah satu mata kuliah tersebut, namun ketika saya menemui dosen yang memberikan mata kuliah tersebut Terjadilah percakapan yang mungkin bisa saya simpulkan:
1. ternyata sistem pendidikan kita dominan hanya di ukur lewat absen, lewat dari 75% kahadiran maka dipastikan tidak akan mendapatkan nilai karena tidak bisa ikut UTS apalagi UAS.
2. bisa atau tidaknya mahasiswa menerima dan mengerti mata kuliah yang di ajarkan itu tidak penting, yang penting tatap muka nak, bodoh, tolol, bahkan dungu sekalipun bisa dapat nilai asal ketemu dosen (bukan berarti yang pindar dan yang sudah paham ga perlu kuliah)
Tapi tak berhenti di sini saja, percakapan beralih ke topik yang lain, bertepatan dengan kaos yang saya pakai dan sandal jepit yang menempil di sepasang kaki saya, geram muka dosen kayaknya, dengan spontan ia berkata: ga sopan kamu, niat ga sih kuliah, kaya tukang becak kamu. tak lama ia pun berbalik arah dan berjalan tanpa basa-basi (kayak orang yang ngajak berantem)
Waduh gawat juga kalau niat mencari ilmu harus di barengi dan di simbolkan dengan pakaian rapi dan pake sepatu, karena akal saya yang bekerja, bukan sandal dan asesorir khan. soal singgungan tukang becak saya juga makin heran, padahal hakekat dalam tri darma perguruan tinggi mahasiswa di ajarkan untuk mengenal lingkungan, respon terhadap persoalan sosial termasuk tukang becak bukan malah menghina tukang becak dengan cara memposisikan abang becak di bawah status sosial.
Dalam cerita ini bukan bermaksud membenarkan atau membela salah satu pihak, namun hendaknya satu sama lain saling mengerti” mahasiswa mengikuti aturan(klo ga substansi lawan aja) dan dosen jangan mau menang sendiri dan merasa paling benar, masalah sistem, ya menurut anda?



8 Januari 2009 at 5:05 am
Salm Kenal,
Mampir dan numpang komentar neh…
Kalau dilihat dari segi absensi tadi… sebenarnya udah banyak mahasiswa yang melakukan langkah antisipasi yang merupakan awal dari pembelajaran korupsi tingkat dasar di perguruan tinggi… yaitu titip absen sama rekan sesama mahasiswa… mungkin hal ini perlu dipikirkan secara integral…. untuk membentuk sistem pendidikan yng lebih baik.
perlu orang yang benar-benar ahli dan mengerti dampak dari setiap kebijaksanaan yang diambil…
Kebetulan saat ini saya sedang kuliah S-2 … baru semester 2… dan kebanyakan dosennya tidak begitu peduli dengan Absensi… itu hanya sebagai sarat administratif saja…..
jadi lebih banyak dosen yang memberikan peluang bagi mahasiswa untuk tidak datang (titip absen), ataupun yang terlambat datang…. walaupun masih ada yang dosen yang ketat akan hal tersebut…
Salam kenal…
terimakasih sudah mampir… dan supportnya