Salam perjuangan!!!

 

             Percaya atau tidak bahwa ada seseorang yang pintar dan cerdas tanpa belajar? Saya yakin bahwa tak ada seorangpun yang seperti itu (terkecuali yang mendapatkan kekuatan dari yang maha ghaib). Tunggu dulu!!! Disini saya akan berbagi pengalaman yang mungkin dapat berharga buat kita semua.

            Ya, ternyata keanehan tersebut benar adanya. Saya mempunyai teman di kampus negeri di Jakarta, beliau adalah salah satu teman yang saya kenal kitika menginjakan kaki di kampus tersebut. Sepintas, saya hanya melihat beliau tak jauh berbeda dengan teman-teman yang lain, ia hobi bercanda, suka nongkrong dan menghabiskan waktu bersama begadang. Tapi upzzzzzz sampai lupa, ia seorang aktivis lho!!! Ga penting sich apa organisasinya.

            Suatu malam kami berkumpul termaksud dengan beliau itu, terjadilah percakapan yang dimulai dengan celoteh santai, woy anak muda diskusi lah kita!!! Kata-kata itu seolah aneh terdengar apalagi dengan tipikal urakan yang sering ia peragakan di depan kami. Singkat cerita di mulailah diskusi tersebut, betapa kaget nya daku!!! Melihat ia bicara dengan penjabaran dan susunan kata yang sistematis lengkap dengan intonasinya yang pas, kapan ia belajar, kapan ia baca buku, kapan ia ke perpustakaan. (jangan mikir yang ghaib-ghaib dulu ya friend) tanpa bermaksud mengajak untuk tidak percaya akan adanya hal yang ghaib.

            Usut punya usut bersamaan dengan seringnya saya bertanya dengan teman terdekat beliau atau langsung pada beliau, ternyata ada beberapa hal yang menjadi kiat untuk meraih hal tersebut, antara lain:

           

Diskusi pastinya, dengan diskusi kita banyak mendapatkan hal yang berharga (ilmu) dalam satu kesempatan, satu ruang dan waktu. Antara lain:

 

  • pertama, dengan diskusi kita dapat melihat keberagaman argumentasi yang di lakukan dari peserta diskusi, sehingga menperkaya kita akan sudut pandang yang berbeda pula dalam melihat suatu masalah atau objek tertentu.
  • Kedua, dengan diskusi kita akan melihat gaya bicara termasuk intonasi masing-masing sehingga dapat kita tiru atau contoh mana yang paling tepat untuk kita terapkan dalam diri kita.   
  • Ketiga, dengan diskusi melatih kita untuk mau bicara di depan umum, berani berargumentasi dan mempertanggung jawabkan nya (ada persentasi atau diskusi di sekolah or kuliah ga malu-maluin) alias gugup.
  • Keempat, keputusan atas yang diambil ketika itu ditempuh dengan cara diskusi hasilnya lebih rasional, (bukan bermaksud untuk melupakan kata hati or hati nurani) ini special buat yang putus asa dan mau bunuh diri akibat putus cinta or ditinggal seseorang yang di cintai, saling mengimbangi antara akal dan hati
  • Kalima, dengan diskusi hal-hal yang belum kita ketahui sebelumnya dapat kita temukan di situ, hingga bias menjadi inspirasi atau ide yang baru pula.

 

Dan masih banyak lagi sebenarnya manfaat yang dapat kita ambil ketika semua permasalahan mau di diskusikan. Wabil khusus buat mereka yang memimpin repubik ini, biar semua kebijakan politik di negeri ini tidak voting mulu, seolah olah tiada mufakat atas setiap masalah, ga ada solusi tepat yang pas untuk di tempuh (oh ya sampai lupa khan yang di parlemen orang pintar semua) percuma dong kalau ga didukung oleh jumlah banyak nya anggota partai tertentu, belum lagi entar ada yang kualisi, campur aduh deh tergantung kepentingan golongan aja (kanan kiri oke) dalam politik tiada teman abadi tetapi kepentingan yang selalu abadi.

            Lah ko’ ngomongi politik? Udah ah ntar makin ribet! Mungkin temen-temen bisa menambahkan ide atau gagasan lain, ga usah malu-malu karena kita masih sama-sama dalam keadaan belajar. Namun sebelum kita sudahi pertemuan kita ada baiknya saya menghimbau, apa yang kita ketahui akan suatu yang benar kiranya kita implementasikan dalam tingkah laku dan perbuatan kita dan bukan hanya menjadi teori belaka (onani otak) mudah-mudahan dapat kita terapkan termaksud kepada saya pribadi. Wassalam

 

 

One Response to “Solusi cerdas tanpa belajar”

  1. defrimardinsyah Says:

    Salam Kenal,

    Zack,
    Kalau menurut gw sih….. Diskusi itu penting… merupakan salah satu sumber ilmu, kalau diskusi langsung (tatap muka)… keahlian yang diasah adalah keahlian dalam berbicara dan mendengar merupakan inputannya, sedangkan kalau diskusi via media maya (seperti ini), yang berinteraksi adalah tulisan, yang terasah adalah kemampuan menulis, sedangkan inputannya adalah membaca.

    jadi untuk menjadi pintar… harus ada inputannya.. yaitu mendengar.. dan membaca…

    nah kalo ngomongin politik…. ya susahlah bos… bukan di DPR aja lagi.. di birokrat, di Institusi peradilan… kan peninggalan dari Rezim orde baru… jangan disalahkan personalnya… tentu saja antek-antek orde baru tidak akan membiarkan keselamatan asetnya ( baik secara materil, moril maupun Human), sehingga semua cara ditempuh… tentu saja berawal dari perundang-undangan…

    nah coba simak amandemen UUD 1945… terdapat pasal yang menyatakan secara tegas.. tidak berlaku surutnya proses pemberantasan korupsi itu… padahal.. bangsa ini sudah bangkrut dikeruk sehabis-habisnya oleh mereka…

    Kemenangan partai yang merupakan penjelmaan orde barulah yang menyebabkan voting selalu menguntungkan mereka…
    seandainya yang mendominasi adalah partai non orde baru… pasti mereka memaksakan untuk musyarah dan mufakat… karena tahu kekuatannya akan kalah kalau voting…

    Loh…looh…. kok keterusan….
    Sorry… maaf….

    Terima kasih


Leave a Reply